Mahasiswa dan Dosen Farmasi UMM Dampingi Pemuda Muhammadiyah Kota Malang Produksi Jamu Serbuk Instan
Malang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendampingi kader Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Malang memproduksi jamu serbuk instan berbahan dasar jahe, temulawak, dan kunyit. Produk ini dirancang sebagai unit usaha herbal yang diharapkan menjadi sumber pendapatan rutin bagi organisasi.
Program ini dipimpin oleh Dr. Ahmad Shobrun Jamil, S.Si., M.P., dosen sekaligus peneliti di Departemen Farmasi UMM. Ia menjelaskan bahwa pemilihan jahe, temulawak, dan kunyit bukan tanpa alasan.
“Ketiga bahan ini mudah didapat secara lokal, harganya terjangkau, dan yang paling penting, memiliki dasar ilmiah yang kuat sebagai imunomodulator dan antiinflamasi alami. Ini bukan sekadar jamu tradisional, tapi produk pangan fungsional yang punya nilai jual,” ujarnya.
Jamil memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan produk herbal berbasis riset farmasi bahan alam. Pada 2012, ia pernah membantu Panti Asuhan Muhammadiyah Malang memproduksi minuman jahe instan yang hingga kini masih menjadi salah satu sumber pendapatan rutin panti tersebut. “Pengalaman itu menjadi bukti bahwa model usaha herbal berbasis komunitas bisa berkelanjutan, asal prosesnya benar dari awal,” katanya.

Proses produksi yang diajarkan kepada mitra mencakup tahapan lengkap mulai dari seleksi bahan baku, penanganan pascapanen, pencucian, pemotongan, pengeringan, ekstraksi, penghalusan, formulasi rasa, hingga pengemasan dalam bentuk serbuk siap seduh. Seluruh proses dirancang memenuhi standar keamanan pangan agar produk layak dipasarkan secara luas.
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan teori dan praktik langsung. Pada sesi praktik, tim pengabdian menghibahkan sejumlah peralatan produksi kepada mitra, di antaranya mesin pengering, blender industri, alat sealer kemasan, dan timbangan digital. Penyerahan peralatan ini dilakukan secara simbolis oleh ketua tim pelaksana kepada ketua mitra sebagai tanda dimulainya unit usaha herbal PDPM Kota Malang.
“Awalnya kami benar-benar dari nol, tidak tahu cara mengolah jahe dan kunyit menjadi serbuk instan yang baik. Sekarang anggota kami sudah bisa memproduksi sendiri, mulai dari memilih bahan baku yang bagus sampai mengemasnya supaya menarik,” ungkap salah satu perwakilan kader PDPM Kota Malang yang turut menjadi peserta pelatihan.
Kemampuan teknis mitra mengalami peningkatan signifikan setelah mengikuti rangkaian pelatihan. Mitra kini mampu menentukan tingkat kematangan rimpang, memilah bahan baku yang layak olah, serta menjalankan proses ekstraksi dan pengeringan secara mandiri sehingga menghasilkan serbuk dengan tekstur, warna, dan aroma yang konsisten. Selain aspek produksi, mitra juga dibekali pengetahuan dasar pelabelan produk yang mencakup komposisi, cara penggunaan, dan masa simpan — informasi penting yang wajib dicantumkan untuk membangun kepercayaan konsumen.

Saat ini, produk jamu serbuk instan hasil pelatihan telah memasuki tahap uji coba pemasaran skala kecil di lingkungan internal Muhammadiyah, sembari proses pengurusan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan setempat berjalan. Tim pengabdian menargetkan minimal dua varian produk herbal siap jual dapat dipasarkan secara lebih luas dalam waktu dekat, dengan potensi pendapatan organisasi sekitar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan pada tahun pertama.
“Target kami bukan hanya soal produk jadi, tapi soal kemandirian. Begitu kader sudah bisa memproduksi sendiri tanpa bergantung pada kami, di situlah keberhasilan program ini sesungguhnya,” kata Ahmad.
Anggota tim pengabdian juga menyiapkan rekaman audio-video edukasi yang merekam seluruh tahapan produksi secara runtut, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan akhir. Media ini dirancang sebagai panduan visual yang dapat diputar ulang oleh mitra sewaktu-waktu, sekaligus menjadi bahan diseminasi pengetahuan kepada anggota masyarakat lain yang berminat mengembangkan usaha sejenis.
Ke depan, unit usaha herbal ini direncanakan dipasarkan melalui kanal digital, jaringan toko, serta jejaring internal Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah, dengan sebagian keuntungan dialokasikan sebagai pendapatan rutin organisasi untuk mendukung program dakwah, pendidikan, dan sosial PDPM Kota Malang.